Singkawang - Bahaya merokok bukan saja pada perokok tetapi juga berdampak pada orang-orang disekelilingnya (perokok pasif). Tiap tahunnya jumlah perokok semakin meningkat. Jumlah perokok di seluruh dunia meningkat menjadi hampir 1 miliar orang dan sejumlah negara termasuk Indonesia dan Rusia lebih dari separuh jumlah penduduk laki-laki merokok setiap hari. Peningkatan jumlah perokok terjadi karena adanya peningkatan jumlah penduduk yang meningkat 2 kali lipat selama 50 tahun terakhir. Proporsi terbanyak perokok aktif setiap hari pada umur 30-34 tahun sebesar 33,4%, pada laki-laki lebih banyak di bandingkan perokok perempuan (47,5% banding 1,1%) (Riskesdas, 2013).

Selain rokok konvensional perkembangan rokok mengikuti perkembangan gaya hidup yang ada. Saat ini di kalangan pria khususnya anak muda diramaikan dengan adanya vaporizer. Vaporizer adalah alat sederhana yang dapat menyalurkan nikotin melalui sistem kerja baterai ke dalam tubuh manusia. Kebanyakan vaporizer terdiri dari beberapa konten: sebuah baterai litium yang dapat diisi ulang, sebuah atomizer (yang memanaskan cairan sehingga tercipta uap), dan sebuah tabung. Produk standar cairan mengandung nikotin, propylene glycol, perasa, dan air (Salmon, 2009).

Faktor yang mempengaruhi seseorang merokok yaitu, zat nikotin yang membuat seseorang ketagihan, faktor teman, dan faktor psikologis yang merasa lebih fokus dalam mengerjakan hal atau suka memainkan asap (Alamsyah, 2000). Dampak dari rokok itu sendiri tidak hanya orang yang menghisap secara langsung rokok tersebut. Namun juga orang di sekitarnya yang juga menghirup udara di sekitar perokok tersebut, atau disebut perokok pasif. Akibatnya, kerugian yang di akibatkan asap rokok tersebut hampir tidak di ketahui oleh perokok pasif tersebut.

Data menunjukan kasus pernafasan di RSUD dr. Abdul Aziz pada tahun 2017 sebanyak 3700 dengan kasus asma 269, sedangkan tahun 2018 dari Januari sampai Desember kasus pernafasan 2709 dengan kasus asma meningkat mencapai 281. Berdasarkan latar belakang tersebut kami mengajukan kegiatan bincang sehat sebagai bentuk upaya promotif dan mendukung elemen penilaian akreditasi rumah sakit pada pogram kerja manajemen komunikasi edukasi dengan mengidentifikasi sumber-sumber yang ada di komunitas untuk mendukung promosi kesehatan berkelanjutan salah satunya sekolah di lingkungan sekitar rumah sakit.

Kegiatan BINCANG SEHAT  rokok elektrik (Vaporizer) sebagai lawan atau kawan  yang diikuti sebanyak 70 peserta berlangsung pada tanggal 17 November 2018 telah dilaksanakan. Kegiatan tersebut  diadakan di RSUD Dr. Abdul Aziz  dengan melibatkan banyak pihak antar lain; Akademi Kebidanan WBI Singkawang, Jurusan Keperawatan Singkawang Poltekes Kemenkes Pontianak, Sekolah Tinggi Ilmu \Hukum (STIH) Sultan M.Tsajfioeddin, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mulia Singkawang, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan  (STKIP), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah  Syarif Abdurahman, Akademi Komunitas Singkawang, Akademi Gizi SDM Singkawang,  dan Sekolah Menengah Atas.

 

0
0
0
s2smodern