Memanjakan Klien Dengan Edukasi, Memberi Layanan Sepenuh Hati (MAJAKANI SI MELATI). Berawal dari diumumkannya hasil survey akreditasi pokja PPK RSUD dr.Abdul Aziz  Singkawang oleh Komisi akreditasi rumah sakit yang menyatakan  penerapan budaya edukasi dari professional pemberi asuhan yang belum optimal. Hasil observasi awal yang kami lakukan terhadap pemahaman pasien dan keluarga terkait edukasi yaitu  69% (budaya edukasi) dan kepatuhan PPA mengisi lembar edukasi terintegrasi adalah 68,8 % dari target yang ingin dicapai dari standar komisi akreditasi yaitu 80 %. Banyak faktor yang mempengaruhi  terutama faktor pengetahuan, pemahaman, keterbatasan staf dan waktu serta budaya organisasi.

Rumah sakit merasa perlu memprioritaskan  pendidikan pasien dan keluarga dengan inovasi MAJAKANI SI MELATI agar pasien dapat menikmati edukasi layaknya makanan pokok sehari-hari bukan sebagai barang langka yang jarang ditemui, begitu juga dengan petugas dapat membudayakan edukasi dengan layanan sepenuh hati.  Inovasi ini juga bahkan dapat    mempertahankan predikat paripurna saat verifikasi akreditasi di bulan Desember 2017.

Metode ini sudah dilakukan dan terbukti berhasil mampu meningkatkan budaya edukasi menjadi 80,02%, dan  kepatuhan pendokumentasian rekam medik edukasi 82,3%. Upaya yang dilakukan yaitu pendekatan hubungan interpersonal peplau melalui duta edukasi pada setiap unit perawatan, mengembangkan sistem edukasi terdepan dengan memperhatikan pasien sebagai pusat layanan (patient centre care) dan sistem installing habit baik kepada PPA maupun pasien dengan sistem edukasi yang dilakukan rutin setiap hari, serta  advokasi dengan pihak manajemen, menjadikan edukasi  mudah dan sering didapatkan oleh pasien, efektif dan efisien oleh profesional pemberi asuhan, terorganisir serta berjalan optimal.

Dalam penerapan inovasi terdapat beberapa kendala namun berhasil diatasi, misalnya keterbatasan anggaran APBD yang kemudian disikapi direktur dengan dana BLUD dan sponshorship, motivasi duta edukasi tak stabil disikapi dengan saling mensuport dan family gathering, peran PPA medis belum optimal disikapi dengan pendekatan oleh sejawat medis yang diteladani, serta kejenuhan pasien disikapi dengan ide kreatif PPA memodifikasi tehnik dan lingkungan edukasi.

0
0
0
s2smodern