Buku Saku dan Jurnal Harian Penyemangat Pasien Covid-19 ( Bu Hangat Covid )

Judul Inovasi      : Layanan Psikologis Pasien Dalam Pengawasan Covid-19

Buku Saku dan Jurnal Harian Penyemangat Pasien Covid-19 ( Bu Hangat Covid )

Innovator            : RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang

Kategori Inovasi

Masalah dari penanganan covid (3 – 5 paragraf)

       Penyakit Covid-19 selain berdampak pada fisik juga mempengaruhi psikologis dan spiritual pasien. Dari hasil pengkajian keperawatan dan medis rerata pasien dalam pengawasan mengalami kecemasan setelah terkonfirmasi dan yang masih menunggu hasil swab. Masalah yang sering dialami pasien setelah terdiagnosis adalah  cemas, khawatir dan merasa stigma buruk di masyarakat.

       Kondisi pasien denial (menolak) statusnya sebagai PDP ataupun terkonfirmasi Covid-19 menyebabkan pasien sulit menceritakan keadaan penyakit yang sedang dideritanya. Banyak informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya beredar di masyarakat  (HOAX) menambah kebingungan pasien dengan keadaan dirinya. Melihat permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan upaya untuk mengurangi kecemasan pada pasien PDP dengan membuat BU HANGAT COVID 19 (Buku Penyemangat Pasien Covid-19).

       Tenaga kesehatan yang merawat pasien PDP dan terkonfirmasi Covid-19 berupaya memberikan asuhan secara komperhensif dengan memperhatikan kebutuhan biopsikososial dan spiritual pasien. Inovasi BU HANGAT COVID-19 ini adalah sarana membantu penderita PDP ataupun terkonfirmasi Covid-19 mengungkapkan perasaannya selama di ruangan isolasi rumah sakit. Selain itu, BU HANGAT COVID-19 berisikan informasi mengenai virus Covid-19, gejala, penularan, pencegahan dan penanganannya yang diharapkan dapat menambah pengetahuan pasien sehingga kekhawatirannya teratasi, imunitas meningkat dan dapat mempercepat pemulihan.

  • Bentuk inovasi dan bagaimana cara kerja inovasi memecahkan masalah (2 – 4 paragraf)

       Inovasi BU HANGAT COVID-19  merupakan buku saku harian, pada saat diberikan ke pasien petugas kesehatan menjelaskan petunjuk penggunaannya. Pasien dapat membaca materi edukasi yang berasal dari sumber resmi (Direktorat Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, WHO), dan mengisi jurnal harian dan ungkapan diri selama perawatan Covid-19. Jurnal harian adalah catatan kegiatan pasien sehari penuh, sedangkan ungkapan diri berbentuk pertanyaan yang mengali perasaan pasien. Pasien menulis jawaban ungkapan diri sesuai dengan apa yang dirasakannya pada hari tersebut ataupun hari-hari tertentu dimana pasien merasa pada kondisi yang sangat terpuruk, tanpa paksaan dan tidak diberikan target.

       Perawat melakukan pengkajian psikososial pasien didapatkan hasil gangguan cemas sedang sampai berat, maka intervensi keperawatannya antara lain dengan cara mengajarkan pasien mengelola kecemasannya dengan media buku saku dan jurnal hariannya.  Evaluasi setiap harinya ditulis dengan evaluasi sumatif sesuai kondisi pasien setiap hari, antara lain : pasien dapat menuliskan perasaannya di buku, pasien dapat bercerita kepada perawat, kebutuhan pasien terakomodir.

  • Dampak/hasil/manfaat yang dirasakan dari kehadiran inovasi (3-5 paragraf)

       Sebelum adanya BU HANGAT COVID-19 pasien mencurahkan isi hati dan perasaannya di media sosial pribadi yang sebagian besar berisi kemarahan, kecemasan, kekecewaan, kesedihan dan ketakutan. Curahan hati yang memberikan tanggapan negatif terhadap Covid-19 dibaca oleh pengguna media sosial yang lain menyebabkan bertambahnya stigma dan keresahan masyarakat. Pasien dengan sifat interovet, kurang dapat mengungkapan perasaan negatif tersebut dan tidak memiliki panduan untuk mengekspresikan perasaannya. Menyimpan perasaan negatif yang terlalu lama berakibat seseorang dapat melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri.

                       Setelah BU HANGAT COVID-19 diimplementasikan semua pasien memiliki media dan panduan dalam mengekspresikan perasaannya dengan tulisan. Tulisan ini menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk memberikan asuhan psikologis dan spiritual secara komperhensif. Komunikasi antar pasien dan pihak rumah sakit meningkat, ditandai dengan keluhan pelayanan yang sebelumnya disampaikan lewat media sosial dapat langsung disampaikan ke pihak rumah sakit melalui BU HANGAT COVID-19.

       Hari rawat pasien PDP dan terkonfirmasi Covid-19 pada bulan Maret sampai minggu kedua di bulan Mei 2020 rata-rata selama 2 minggu sampai 2 bulan. Pada minggu ketiga bulan Mei 2020 bertepatan dengan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijiriah pada tanggal 20 Mei 2020 RSUD dr Abdul Aziz memberikan paket “Tali Kasih” kepada seluruh pasien ruangan isolasi yang salah satu isinya adalah BU HANGAT COVID-19. Sejak diterima BU HANGAT COVID-19 terjadi penurunan hari rawat lebih singkat dengan rata-rata 10 – 14 hari dan hasil evaluasi sumatif kecemasan menjadi cemas ringan.

       Edukasi yang terdapat dalam BU HANGAT COVID-19 memberikan dampak pasien dan keluarga lebih sadar dan melaksanakan protokol kesehatan. Hal ini membawa pesan positif ke lingkungan masyarakat tempat tinggal pasien yang telah sembuh dan kembali ke rumahnya.  Stigma negatif pada PDP dan pasien terkonfirmasi Covid-19 semakin berkurang dengan banyaknya masyarakat menerima pasien OTG untuk rawat di rumah.

  • Potensi atau peluang replikasi dalam waktu cepat

Keterbukaan pasien Covid-19 dalam mengungkapkan perasaan baik positif dan negatif melalui BU HANGAT COVID-19 di masa isolasi dapat memberikan pengaruh besar terhadap kualitas hidup pasien sehingga meningkatkan proses pemulihan terutama dalam segi psikologis dan spiritual.  Pembelajaran bagi RSUD dr. Abdul Aziz terciptanya sarana media komunikasi dan edukasi dengan pendekatan psikospiritual yang dapat menjadi acuan rumah sakit lain. Selain itu, dapat menjadi metode mengatasi kecemasan pasien. Pembelajaran bagi pemerintah inovasi ini dapat dijadikan suatu program standar pelayanan minimal untuk menurunan kasus Covid-19. Bagi ranah pendidikan program ini menjadi dasar pengembangan kurikulum psikologi pasien bagi mahasiswa kesehatan.