Manjakan Pasien Dengan “NASI CETAR” RSUD dr. Abdul Aziz

RSUD dr.Abdul Aziz Singkawang terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan. Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh rumah sakit yakni diantaranya memanjakan pasien dengan “NASI CETAR” (Layanan Farmasi Cepat Tanggap Rawat Jalan). RSUD dr. Abdul Aziz merupakan rumah sakit tipe B non pendidikan yang menjadi rujukan bagian utara Kalimantan Barat dengan akreditasi Paripurna. Masalah yang  didapatkan dari hasil survei kepuasan pelanggan terhadap tujuh layanan kefarmasian pada pasien ulangan rawat jalan untuk periode Februari & Maret diperoleh hasil dengan rata-rata 75,14%. Dimana hasil tersebut masih belum memenuhi standar sebagaimana ditetapkan dalam Kepmenkes no.129 tahun 2008 yaitu ≥80%.

Berdasarkan masalah tersebut perlu dilakukan inovasi untuk meningkatkan hasil kepuasan pelanggan terhadap Layanan Kefarmasian di Rawat Jalan. Adapun Strategi yang digunakan adalah dengan Menciptakan Sistem Pelayanan Terpadu bagi Pasien BPJS Rawat Jalan RSUD dr.Abdul Aziz. Inovasi yang dilakukan untuk mewujudkan sistem tersebut antara lain; Melakukan pemecahan Apotek menjadi tiga tempat (Apotek Rawat Jalan, Apotek Rawat Inap & Apotek OK (Bedah Sentral), Menambah Sumber Daya Manusia khususnya Tenaga Kefarmasian, Membuka dua loket untuk penyerahan Obat, Membuka Unit Layanan Konseling dilengkapi dengan Buletin, Leaflet & Booklet sebagai media Edukasi, Memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada seefektif & seefisien mungkin, memisahkan ruangan serta petugas untuk obat racikan & non racikan, membuat briging sistem, Memberikan lingkungan ruang tunggu yang nyaman bagi pasien dilengkapi dengan layanan Audio visual dan Majalah serta leaflet kesehatan pada pojok kiri ruang tunggu Farmasi untuk pasien Rawat Jalan.

Setelah inovasi dilaksanakan, dilakukan  survei kepuasan pelanggan untuk periode Mei hingga Oktober 2017 dimana survei diperoleh peningkatan dengan angka rata-rata 84,95% (sudah memenuhi Standar). Keluaran yang paling inovatif antara lain; Peningkatan Keselamatan Pasien, Peningkatan Pemahaman pasien terhadap Cara penggunaan serta penyimpanan berbagai sediaan obat, dan Peningkatan Kepuasan pelanggan terhadap tujuh layanan kefarmasian.

Inovasi dipantau dan dievaluasi dengan menggunakan kuesioner kepuasan pelanggan terhadap pasien ulangan Rawat Jalan dengan sampel sebanyak lima puluh orang per bulannya. Inovasi dapat diterapkan untuk mendukung Pelayanan Kesehatan dasar yang berkualitas, aman dan efektif sejalan dengan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang pada tahun 2030.