PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 TAHAP I DI RSUD dr. ABDUL AZIZ

Pandemi Covid-19 telah terjadi di Indonesia sudah hampir 1 tahun sejak pertama kali di umumkan per tanggal 2 Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo tentang kasus pertama Covid-19. Seiring waktu virus corona tersebut terus bermutasi sehingga gejala Covid-19 yang menyerang seseorang pun beragam ada yang memiliki gejala penyerta seperti demam, kehilangan indra penciuman, flu dan adapula yang tidak.


Pada tahun 2021 hingga 2022, Pemerintah Indonesia menggalakan program vaksinasi nasional sebagai upaya penanganan pandemi virus corona tersebut. Vaksinasi ini merupakan upaya menciptakan kekebalan komunitas atau herd immunity dalam masyarakat dan dapat mengurangi transmisi atau penularan virus corona. Sasaran prioritas dari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 menurut Permenkes RI No. 84 Tahun 2020 tentang “Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 yaitu para tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan, TNI, Polri, Aparat Hukum dan petugas pelayanan publik lainnya.


RSUD dr. Abdul Aziz sebagai rumah sakit rujukan pertama di wilayah Kota Singkawang telah melakukan vaksinasi Covid-19 tahap pertama pada tanggal 08 Febuari sampai dengan 10 Februari 2021. Kegiatan dilakukan selama 3 hari berturut-turut didampingi oleh Dinas Kesehatan Kota Singkawang beserta UPT Puskesmas Kota Singkawang sebagai tim pelaksana kegiatan dalam memberikan vaksin Covid-19 untuk penerima kelompok prioritas yakni, tenaga kesehatan meliputi dokter, apoteker, bidan, perawat, nutrisionis, fisioterapis dan staf yang ada di RSUD dr. Abdul Aziz.


Vaksin Covid-19 bukanlah obat, tetapi mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat. Pelaksanaan vaksinasi ini mengacu pada standar pelayanan, dan standar prosedur operasional sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi yang terdiri dari registrasi pendaftaran, screening (anamnesa), persetujuan tindakan, penyiapan dan pemberian vaksin Covid-19, melakukan edukasi pasca vaksin, dan pemberian sertifikat elektronik Vaksinasi Covid-19.


Setiap peserta yang telah diberikan vaksinasi Covid-19 akan menerima surat keterangan Vaksinasi COVID-19 berupa kartu Vaksinasi COVID-19 atau sertifikat elektronik yang dapat digunakan sewaktu melakukan perjalanan ke luar kota ataupun ke luar negeri. Sedangkan peserta yang statusnya masih tunda yaitu kelompok dimana tidak lolos dalam screening (amnesa) awal seperti peserta yang memiliki riwayat darah rendah, darah tinggi, diabetes miletus, melakukan program hamil, menyusui dan lain-lain masih akan dilakukan proses penjadwalan ulang dikarenakan persyaratan penerima vaksin berubah-ubah sesuai dengan perkembangan uji klinis dan pemantauan hasil vaksin Covid-19. Semoga dengan adanya vaksinasi Covid-19 ini diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan, kematian akibat pandemi Covid-19.