PENINGKATAN LAYANAN PASIEN TB PARU MELALUI INTER KOLABORASI RSUD dr. ABDUL AZIZ DENGAN DINAS KESEHATAN &KELUARGA BERENCANA KOTA SINGKAWANG

RSUD dr. Abdul Aziz bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang melakukan pertemuan terkait monitoring evaluasi program Tuberculosis Multidrug Resistant (TB-MDR) melalui upaya edukasi dan promosi kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 15 Januari 2020 di Resto Dangau Singkawang. Pertemuan ini merupakan lanjutan dari telaah mini kohort yang dilakukan sehari sebelumnya untuk pasien tuberkulosis terutama pada kasus yang dinilai rumit seperti kasus TB-MDR. dr. Ari Prabowo, SP.P sebagai penanggung jawab poli paru menyampaikan jumlah pasien yang berobat TB-MDR selama periode Januari 2019 hingga Januari 2020 adalah 31 orang dimana 5 pasien (16%) sudah dinyatakan sembuh karena menyelesaikan terapi TB-MDR selama 9 bulan.

Monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penderita TB-MDR sebagai agenda rutin per enam bulan melalui pengobatan sesuai target. Hasil enam bulan di tahun 2019 terdapat dua orang pasien yang berhasil menjalankan pengobatan TB-MDR dengan tuntas. Pasien yang dapat menjalani pengobatan sesuai target memperoleh sertifikat dari RSUD dr. Abdul Aziz dan Dinas Kesehatan & Keluarga Berencana . Penyerahan sertifikat tuntas program TB-MDR pertama kalinya dilaksanakan di Kalimantan Barat diserahkan oleh dr. Ari Prabowo, Sp.P. Pemberian sertifikat kepada mantan panderita TB-MDR diwakilkan kepada Bapak Parli Arpan dan Indra Sudianto. Mereka memberikan sharing pengalaman selama melakukan pengobatan TB-MDR hingga tuntas . Keduanya merasakan efek samping dari pengobatan yaitu mual, muntah dan pusing. Masing-masing mempunyai trik-trik tetap mengkonsumsi obat yang berjumlah 18 tablet dan suntikan per hari. Mereka mengatakan dukungan keluarga, petugas dan teman-teman membuat semangat untuk menuntaskan pengobatan.

Poli TB-MDR RSUD dr.Abdul Aziz menemukan beberapa kendala selama menjalankan program ini antara lain :

  1. Putusnya komunikasi penderita yang dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan maupun dikembalikan ke fasilitas kesehatan domisili pasien tersebut.
  2. Persediaan obat TB-MDR sempat kosong beberapa waktu karena pendistribusian yang kurang lancar dari Dinas Kesehatan Provinsi KALBAR
  3. Hasil kultur lama diterima

Kepala Seksi Pencegahan & Penangulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang. Beliau menangapi kendala yang terjadi di Poli TB-MDR RSUD dr.Abdul Aziz yaitu :

  1. RSUD dr. Abdul Aziz dapat mengkomunikasikan langsung ke fasilitas kesehatan penderita yang di rujuk
  2. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang akan menyetok persediaan obat TB-MDR untuk 3 bulan kedepan
  3. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang akan menindaklanjuti masalah hasil kultur

Upaya eliminasi TB-MDR dilakukan dengan skrining TB karena situasinya merupakan fenomena gunung es. DIharapkan semakin banyak penderita TB yang ditemukan, diobati dan sembuh sehingga tidak berkembang menjadi TB-MDR.